Analisis SKL UN Fisika 2011-2012

Ujian Nasional 2011/2012 akan diselenggaraan sebentar lagi secara serempak di seluruh Indonesia. Pemerintah sudah mempersiapkan sebagian perangkat bagi siswa untuk pegangan dalam menghadapi Ujian Nasional 2011/2012, Pemerintah, khususnya BNSP sudah memberikan SKL dan Kisi-Kisi UN 2011/2012 untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs., SMA/MA dan SMK/MAK. SKL dan Kisi-Kisi UN 2011/2012 tersebut berisi tentang materi-materi yang akan diujikan dalam UN tahun ini. Tujuannya agar siswa pribadi dan instansi sekolah dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi UN berdasarkan SKL dan Kisi-Kisi UN tersebut.

ada beberapa perbedaan antara Kompetensi Lulusan dan indikator SKL tahun 2010/2011 dengan 2011/2012. berikut ini komparasi SKL Ujian Nasional tahun 2011 dengan tahun 2012

untuk komparasi selanjutnya anda bisa mengikuti link dibawah ini :

Berikut adalah SKL UASBN dan UN bagi siswa SD, SMP,SMA,SMK dan jenjang pendidikan sederajat. Silahkan miliki Kisi-kisi Ujian Nasional 2011/2012 dengan mengikuti link di bawah ini.

  1. Standar Kompetensi Lulusan UN SD/SMP tahun 2011/2012
  2. Standar Kompetensi Lulusan Ujiana Nasional SMA/SMK tahun 2011/2012  

semoga bisa bermanfaat

Relativitas Waktu

Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.

Tapi ada perkecualian; Al Qur’an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi :

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” (QS Al-Ma’arij : 4)

Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:

“Allah bertanya: ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab: ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman: ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui’.” (QS A-Mu’minun : 112-114)

Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur’an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur’an adalah Kitab Suci.


mata

1.      Kaca Mata

Mata yang cacat dapat dinormalkan kembali atau difungsikan dengan lagi dengan berbagai cara, seperti operasi perbaikan lensa mata atau yang sering digunakan adalah dengan alat bantu kacamata atau contact lens.

a.   Rabun Juah (Miopi- Terang Dekat).

pada cacat ini bayangkan benda yang letaknya jauh terbentuk di depan retina. Agar banyangan jatuh di retina, sinar yang masuk pada lenda mata harus menyebar. Untuk itu didepan mata harus diberi lensa cekung (divergen). Jadi, untuk mata miopi dapat ditolong dangan kacamata berlensa cekung (negatif).

Setelah memakai kacamata berlensa cekung, obyek yang letaknya jauh (s = ~) akan terbentuk bayangan maya dititik jauh mata tersebut ini berarti s1 = -r.

Karena titik jauh mata tersebut diketahui, kekuatan kacamata yang harus dipakai (agar orang tersebut dapat melihat jauh) dapat ditentukan menggunakan rumus lensa.

b.      Rabun Dekat (Hipermetropi =Terang jauh)

Pada cacat mata ini, bayangan dari obyek ang berada dititik dekat mata normal (s=25 cm) jatuh di belakang retina, sehingga obyek tampak tidak jelas. Agar benda tampak jelas bayangan  benda harus terbentuk di retina dan sinar yang masuk mata ini harus mengumpul. Untuk itu diperlukan lensa cembung (konvergen).

Jadi mata hipermetropi dapat ditolong dengan kacamata berlensa cembung.

Sesudah menggunakan kacamata berlensa cembung (positif) maka obyek yang berada di jarak baca normal (s = 25 cm). terbentuk bayangan maya di titik dekat mata cacat ini (s1 = -sn). oleh karena titik dekat mata normal (sn) ini diketahui (sn= 25 cm), maka jarak benda sama dengan 25 cm. Dengan demikian kekuatan lensa kaca mata yang harus dipakai agar dapat membaca pada jarak baca normal dapat ditemukan dengan rumus sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

c.  Mata tua (presbipi)

Mata tua mempunyai kelemahan ganda, yang titik dekatnya lebih jauh dari titik dekat mata normal (sn > 25 cm), titik jauhnya lebih pendek dari titik jauh mata normal (rangkaian <~). Kedua hal tersebut disebabkan daya akomodasinya sudah lemah. Oleh karena itu mata tua harus ditolong dengan kacamata berlensa rangkap (bifokal).c.       Mata Tua (Presbiopi)

Selain ketiga cacat mata diatas kelaianan (cacat) pada mata sebenarnya masih ada cacat yang lain, yaitu cacat mata astigmatisma. Cacat mata ini disebabkan karena kerusakan pada lensa mata yang tidak rata permukaanya sehingga jarai-jari lenda mata pada tittk tertentuk tidak sama. Cacat in dapat ditolong dengan kaca mata berlensa silindris.

Contoh 1

Seseorang bermata terang dekat (rabun jauh) memiliki titik jauh 15 cm, akan membaca buku jarak baca seperti mata orang normal.

  • Bagaimanakah apabila orang tersebut membaca tanpa kacamata?
  • apa jenis kaca mata dan berapa kekuatannya supaya dapat membaca dengan normal?

Penyelesaian

Diketahui :

Rabun jauh  Sn = 15 cm

S = 25 cm

Ditanyakan :

  1. Bagaimanakah apabila orang tersebut membaca tanpa kacamata?
  2. jenis kacamata yang dipakai dan ukurannya

Jawab :

  1. Titik jauh mata orang tersebut 15 centimeter, berarti benda dapat dilihat dengan jelas saat tanpa berakomodasi ketia jarak benda terhadap mata adalah 15 sentimeter. Oleh karena dia membaca pada jarak 25 centimeter, tulisan tampak tidak jelas (kabur) sebab bayangan tulisan jatuh didepan retina.
  2. Karena titik dekat orang tersebut kurang dari mata normal (15 cm < 25 cm) berarti mengalami cacat mata miopi (rabun jauh) maka dapat dibantu dengan kacamata negatig (divergen), dengan kekuatan ukuran kacamatanya -2 dioptri.

Contoh 2

Seseorang bermata terang jauh (rabun dekat), memiliki titik dekat 75 sentimeter, akan membaca buku pada jarak baca normal (25 sentimeter).

  • Apakah tulisan pada buku tersebut kelihatan  jelas jika tanpa kacamata? Terangkan!
  • Jenis kacamata apa yang harus dipakai dan berapa ukurannya?

Penyelesaian:

Diketahui :

Rabun dekat Sn = 75 akan membaca pada jarak baca normal

Ditanyakan :

  1. yang terbaca jelas atau tidak
  2. jenis dn ukuran kekuatan kacamata yang dipakai!

Jawab:

  1. Titik dekat mata orang tersebut 75 sentimeter. Jika tulisan diletakkan pada jarak 25 sentimeter, tulisan akan tampak tidak jelas (kabur) sebab bayangan jatuh di belakang retina.
  2. Agar tulisan dapat terbaca dengan jelas pada jarak baca normal (s = 25 cm) diperlukan kacamata dengan lensa yang dapat membuat bayangan maya dari benda pada titik dekat mata orang tersebut (S’ = sn = -75 cm) yaitu lensa positif yang ukurannya sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh 3

Seseorang yang bermata presbiopi dapat membaca paling dekat pada jarak 50 cm dan dapat melihat dengan jelas paling jauh pada jarak 10 m. Agar ia dapat membaca dan melihat layaknya mata normal, kacamata apa yang harus dipakai dan berapa kekuatannya?

Gambar

Penyelesaiannya:

Diket = Sn = 50 cm

r = 10 m

Ditanyakan:

  1. Jenis kacamata yang dipakai
  2. Kekuatan kacamata

Jawab:

1.    Jenis kacamatanya

Karena titik dekatnya lebih dari mata normal maka Orang dan titik jauhnya kurang dari tak terhingga tersebut mengalami presbiopi, jadi orang tersebut dibantu dengan kacamata bifocal.

2.     Untuk membaca memerlukan kacamata sebagia berikut :